Sains dan Teknologi | 12.08.2008
Uang dan Kebahagiaan
1 / 3Kembali
Uang tidak membuat bahagia. Demikian pepatah Jerman. Juga para peneliti kebahagiaan memiliki pendapat yang serupa. Berbagai peribahasa atau cerita mitos, cenderung menunjukan pembenaran tesis ini. Misalnya kisah tentang Raja Midas, yang memohon agar semua yang disentuhnya menjadi emas, akhirnya mati kelaparan karena makanan dan minuman yang disentuhnya juga menjadi emas. Tamsil ini menguatkan pepatah bahwa uang tidak membuat bahagia.
Jika uang tidak membuat bahagia, atau hanya memiliki peranan sampingan dalam kebahagiaan, mengapa banyak orang mengharapkan menang hadiah utama lotre? Mengapa orang berlomba-lomba mengumpulkan uang sebanyak mungkin, tidak peduli dengan cara apapun? Apakah menang lotre jutaan Dolar membuat orang bahagia? Hal ini tentu saja harus ditanyakan kepada pemenang lotre tsb.
Paul Rosenau misalnya, sebelumnya adalah pekerja biasa dari negara bagian AS Minnesota sebelum ia menjadi multi jutawan karena menang lotre. Seperti biasanya, setiap hari Jumat setelah gajian mingguan, Paul mengisi bensin untuk mobil bututnya di pompa bensin di desa tetangga, maklum harganya lebih murah 15 sen Dolar per gallonnya. Kebiasaan rutin lainnya, setiap hari Jumat ia membeli selembar kupon undian lotre Quick-Tipp. Bulan Mei lalu hadiah utamanya berupa jackpot sebesar 180 juta Dolar. Malam hari, Paul Rosenau mencocokan nomor undian yang dibelinya dengan pengumuman lotre yang ditayangkan di televisi. Semua nomor cocok, dan ia berteriak kepada istrinya, kita menang jackpot.
Setelah tahu ia menang lotre dengan hadiah yang mencapai rekor terbesar, Paul Rosenau mengatakan : “Apakah kami bahagia? Dalam semua hal ya! Mula-mula kami samasekali tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kami langsung menelfon konsultan keuangan. Setelah itu semuanya berjalan lancar.“
1 / 3Kembali













