1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

071211 Assad Porträt

7 Desember 2011

Ia pernah dianggap pembawa harapan yang akan membawa perubahan. Kini ia adalah tiran yang memberantas protes di negerinya dengan brutal. Presiden Suriah yang sering diremehkan, Baschar al-Assad, punya banyak wajah.

https://p.dw.com/p/13OKJ
"Hanya orang gila yang menjadikan rakyatnya sendiri sebagai sasaran", kata Assad dalam wawancara dengan jaringan televisi ABC, Rabu (07/12)Foto: dapd

Ia tidak punya pengalaman ketika diserahi jabatan presiden Suriah sebelas tahun silam. Bashar tengah menjalani pendidikan menjadi dokter mata di London, dimana ia bertemu Asma, bankir yang kelak menjadi istrinya, ketika dipanggil pulang untuk bergabung dengan militer Suriah.

Saudara lelakinya tewas dalam kecelakaan mobil dan Hafiz al-Assad, sang ayah, memutuskan untuk beralih menjadikan Bashar sebagai penerus.

Samir Seifan, ekonom terkenal Suriah, mengikuti perkembangan karir Bashar al Assad. Bagaimana ia mengumumkan reformasi, yang tak pernah ia realisasikan, bagaimana ia tunduk terhadap orang-orang dari garda lama di sekeliling ayahnya. Meski begitu, di Timur Tengah Bashar lama menjadi pembawa harapan, naik menjadi pemimpin Arab paling populer menurut sebuah jajak pendapat di AS.

Syrien Präsident Bashar al-Assad
Assad masih punya banyak pendukung di dalam negeriFoto: picture-alliance/dpa

"Ia menentang pendudukan Irak dan serangan Israel ke Gaza. Bagi warga Arab itu sangat penting. Ia menjadi orang nomor satu bagi mereka“, kata Seifan.

Lalu jatuhlah rejim Ben Ali di Tunisia dan Mubarak di Mesir. Assad merasa aman di kursinya. Tetapi, kemiskinan, penderitaan sosial dan aparat keamanan yang ada dimana-mana merupakan perpaduan berbahaya baginya dan sistem yang ia jalankan.

Percaya diri

Tak lama sebelum aksi protes dimulai, hubungan Suriah dengan Iran, Hamas dan Hisbollah dianggap meregang. Di dunia barat, Suriah lantas dilihat sebagai kunci untuk menghidupkan kembali perundingan Timur Tengah.

Menlu Jerman Guido Mesterwelle mengatakan, "Barang siapa menginginkan perkembangan positif di kawasan, ia harus dan akan mengikutkan Suriah dalam perundingan."

Presiden pintar yang lancar berbahasa Inggris itu penuh percaya diri, yakin bahwa sebagai sosok diplomat yang disukai ia telah mengalahkan isolasi internasional.

"AS dan beberapa sekutunya di barat percaya pada solusi militer. Hal itu terbukti keliru“, kata Assad.

Wajah yang lain

Namun situasi berubah sejak Maret. Solusi militer lah yang dipilih Assad untuk menghadapi rakyatnya sendiri yang menuntut agar ia dan rejimnya mundur.

Syrien Unruhen
Oposisi mengunduh rekaman demonstrasi di Youtube, wartawan asing dilarang rejim meliput di SuriahFoto: picture alliance/dpa

Menurut PBB, tak kurang dari 4000 orang membayar tuntutan itu dengan nyawa mereka, puluhan ribu lainnya mendekam di penjara. Wajah lain yang ditampilkan Assad tidak mengejutkan Ousama Mujajed, oposisi Suriah.

"Banyak yang menganggap Assad seorang pembaharu, juga para politisi barat. Faktanya, reformasi Assad adalah peluru dan senapan mesin", kata Mujajed.

Assad dan minoritas Alevinya menguasai negara, militer dan dinas rahasia. Ia dikelilingi oleh pasukan kemanannya sendiri. Sang ayah dulu menghadapi protes dengan brutal. Kini, kekerasan tanpa batas tampaknya juga merupakan jawaban tunggal putranya.

Assad tak takut pada intervensi seperti di Libya. Ia malah mengancam, Timur Tengah akan membara. Seperti Muammar Gaddafi, ia menyatakan akan bertarung sampai ajal menjemput. Sudah lama para penentangnya tidak lagi menuntut Assad mundur. Mereka ingin ia berakhir di tiang gantungan.

Ulrich Leidholdt/ Renata Permadi

Editor: Marjory Linardy